Geger Delapan Anak Panti Jadi Korban Rudapaksa di Buleleng, KemenPPPA Turun Tangan

2 weeks ago 7

Jumat, 03 April 2026 – 07:56 WIB

Geger Delapan Anak Panti Jadi Korban Rudapaksa di Buleleng, KemenPPPA Turun Tangan - JPNN.com Bali

Ilustrasi kasus rudapaksa anak-anak panti asuhan di Buleleng, Bali, dipantau langsung Kementerian PPPA. Grafis: Rahayuning Putri Utami/JPNN.com

bali.jpnn.com, BULELENG - Kasus dugaan penganiayaan dan kekerasan seksual mengguncang sebuah panti asuhan di Kabupaten Buleleng, Bali.

Ketua panti berinisial JMW dilaporkan ke polisi atas dugaan rudapaksa alias pemerkosaan terhadap sejumlah anak asuhnya.

Kasus ini terungkap setelah salah satu korban, PAM, 17, melapor ke Polres Buleleng.

PAM diduga mengalami kekerasan seksual dan penganiayaan pada Februari 2026.

Sampai saat ini total korban diduga mencapai delapan orang, yang terdiri dari enam anak-anak dan dua perempuan dewasa.

Kasus ini mendapat perhatian Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

Kementerian PPPA langsung berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Buleleng, Bali, untuk memantau penanganan kasus ini.

"Teman-teman UPTD PPA sudah melakukan pendampingan," kata Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian PPPA Indra Gunawan dilansir dari Antara.

Ketua panti berinisial JMW dilaporkan ke polisi atas dugaan rudapaksa alias pemerkosaan terhadap sejumlah anak asuhnya.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |