B50 Bikin Harga Minyak Goreng Selangit? Begini Kata Mentan

2 hours ago 5

B50 Bikin Harga Minyak Goreng Selangit? Begini Kata Mentan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

ilustrasi industri kelapa sawit. Foto: Tim BPDP

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan kenaikan harga minyak goreng tidak berkaitan dengan implementasi program biodiesel 50 persen (B50).

Menurut dia, ketersediaan bahan baku justru melimpah sehingga tidak logis jika harga mengalami kenaikan.

Dia menjelaskan produksi crude palm oil (CPO) Indonesia mencapai sekitar 45 juta–50 juta ton per tahun. 

Kemudian, dari jumlah tersebut, sekitar 26 juta ton diekspor, sementara sisanya digunakan untuk kebutuhan domestik.

“Enggak (ada kaitannya), kami kan ekspor dong ke luar negeri,” tegas Amran di Jakarta, Senin (20/4).

Amran memaparkan berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), ekspor CPO Indonesia justru meningkat dari 26 juta ton menjadi 32 juta ton. 

Di sisi lain, kebijakan peningkatan mandatori biodiesel dari B40 menuju B50 hanya menyerap sekitar 5,3 juta ton CPO.

Namun, kenaikan harga CPO justru mendorong perbaikan perawatan kebun sawit, termasuk pemupukan, yang berdampak pada peningkatan produksi hingga 6 juta ton.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan kenaikan harga minyak goreng tidak berkaitan dengan implementasi program biodiesel 50 persen (B50).

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |