Tarik Ulur Kebijakan Energi Merepotkan Masyarakat, Begini Penjelasan Ekonom

4 hours ago 4

Tarik Ulur Kebijakan Energi Merepotkan Masyarakat, Begini Penjelasan Ekonom

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Direktur Energy Shift Institute Putra Adhiguna menyoroti tarik ulur kebijakan subsidi yang kerap membuat masyarakat lebih dulu menanggung beban kenaikan harga. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Energy Shift Institute Putra Adhiguna menyoroti tarik ulur kebijakan subsidi yang kerap membuat masyarakat lebih dulu menanggung beban kenaikan harga, sebelum menerima bantuan. 

Karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih baik agar waktu pelaksanaan kebijakan dan penyaluran bantuan berjalan selaras.

"Tarik ulur subsidi kerap terjadi karena rakyat biasanya hanya mendapat bebannya selagi belum mendapat bantuan langsungnya, sehingga perlu diorkestrasi dengan lebih baik,"  kata dia saat dihubungi, Senin (20/4).

Dia menyebut kelas menengah juga menjadi kelompok yang paling terdampak akibat kenaikan harga LPG dan BBM nonsubsidi.

Karena itu, pemerintah perlu mengambil langkah yang tepat untuk menahan tekanan dari sisi energi.

Menurut dia, subsidi tunai langsung menjadi salah satu solusi efektif.

“Subsidi tunai langsung adalah salah satu solusi terbaik mengingat rumah tangga miskin mendapatkan subsidi lebih rendah dibanding golongan yang lebih mampu, kendali distribusi subsidi juga penting,” ujarnya.

Putra menekankan pengendalian distribusi subsidi menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh kelompok yang membutuhkan.

Direktur Energy Shift Institute Putra Adhiguna menyoroti tarik ulur kebijakan subsidi yang kerap membuat masyarakat lebih dulu menanggung beban kenaikan harga

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |